Kamis, 10 November 2011

Afterwards....

 Aku dalam …. Petra Golden Jubilee ..

            Sebuah perayaan ulang tahun yang ke 50 bagi Universitas Kristen Petra. Tersirat makna bahwa ini adalah perayaan besar – besaran sebuah institusi. Acara demi acara berlangsung dimulai tanggal 16 September 2011 hingga 22 September 2011. Perayaan ini diisi dengan peluncuran buku penelitian, Bazaar 50 tahun UK. Petra, Jubilee Celebration, Drama Musikal, Rapat Senat Terbuka-Lustrum X. Acara berlangsung ramai dan seru. Tidak melulu diisi oleh acara berbau pendidikan, namun juga diisi acara berbau pembangunan rasa kekeluargaan dan hiburan seperti drama musikal.
            Drama Musikal, kerap kali terdengar di telinga masyarakat dengan konsep pementasan sebuah cerita diiringi musik. Yap, benar ! .. Begitu pula yang terjadi dalam pementasan drama musikal di kampus yang memiliki visi A caring and Global University ini. Cerita yang diangkat seputar sejarah perjuangan pembangunan UK. Petra dari tahun 60-an hingga saat ini. Selama alur cerita berdialog berlangsung, sesekali disisipi musik yang syairnya merupakan dialog naskah drama. Suasana drama kental dengan humor, perjuangan, romantika percintaan dan diujung acara diberi bumbu kesadaran diri tiap penonton akan kampus tempat kakinya berpijak.
            Acara yang berlangsung selama dua jam ini berakhir pada pukul 18.00. Detik – detik peliputan “orang penting” dalam acara ini pun dimulai. Isi kepala pun mulai terasa berputar mencari ujungnya. “Tunggu hingga jam 18.30 atau 19.00 karena kami harus rapat eval dulu” begitu sahut salah satu panitia ketika akan diwawancara. Selama penentian, kubuka kembali catatan hasil wawancaraku sebelum acara. Ok.. well done.. cukup.. kayaknya ini harus ditambah.. gumamku mengoreksi hasil wawancara. Kususun kembali pertanyaan untuk kuajukan pada “orang penting” nanti. 5 W + 1 H kusiapkan secara runtut dalam catatanku, tak lupa disisipkan news value dalam berita.
            Penantianku berakhir, petualangan kembali dimulai. Setelah mendapatkan keseluruihan data, kembalilah para “wartawan yang sedang diproses” ini ke tempatnya mencari ide. Waktu yang singkat dengan tak sengaja dipakai untuk sharing. Secara pribadi, hari ini penulis belajar menaati kata hatinya yang diyakini merupakan kata Tuhannya. “Setialah dalam hala sekecil apapun dan jagalah kerendahan hatimu, karena aku suka anakKu” :) Thanks God ! pernyertaanMu nyata atas anak-anakMu ..
            Setialah dalam hal sekecil apapun. Tak pernah ada kesuksesan yang bert6ahan tanpa melalui hal yang kecil. Meremehkan hal kecil adalah langkah untuk mengawali kegagalan.
Begitu pula dengan hal satu ini. Seolah berkaitan ( dua hal yang berbeda tapi sama) namun memang seperti rentetan rantai yang tersambung. KERENDAHAN HATI. Kerendahan hati merupakan langkah untuk sukses. Ketika belajar merendahkan hati, kita belajar menguasai diri. Barangsiapa menguasai dirinya, ia bisa mengontrol kondisi lingkungannya. Kontrollah kondisimu, bukan kondisi yang mengontrol kondisimu alias moody.
Tuhan Yesus memberkati :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar